IoT : Pengembangan Ekonomi Digital

Agya Sadhana
3 min readFeb 23, 2021

--

Digital Economy oleh FISCAL.ID

Pada hari Selasa(16/2/2021), dosen PRD (Pengantar Rekayasa dan Desain) saya menugaskan saya untuk mengikuti kuliah publik tentang IoT (Internet of Things). Saya akan merangkum apa yang telah disampaikan oleh host kuliah tersebut yakni Dr.Fadhil Hidayat, S.Kom., MT..

Profil Dr.Fadhil Hidayat, S.Kom., MT.

Belakangan, teknologi semakin maju berkat ilmu yang berkembang secara eksponensial pula. Teknologi yang maju ini tentu bertujuan untuk membantu manusia (atau memanjakan kalau dibilang “boomer”) hidup secara lebih efektif dan efisien, serta nyaman dibanding generasi sebelumnya. Teknologi inilah yang menyebabkan adanya IoT (Internet of Things). Lantas, apa itu IoT ? Bagaimana influence IoT di kehidupan manusia ?

Definisi IoT dan Komponennya

Internet of Things (IoT) adalah objek pada kehidupan sehari-hari yang terkoneksi dengan internet menggunakan algoritma komputasi yang mampu berhubungan dengan perangkat lain. Komponen yang merupakan pilar IoT ialah : sensors/devices, connectivity, data processing, and a user interface.

Device adalah hardware yang membantu pengguna mengumpulkan data dari lingkungan sekitar. Konektivitas berarti data yang dikirim ke cloud melalui berbagai media komunikasi, seperti Wi-Fi, bluetooth, dll. Data processing merupakan software yang memproses data Device tadi. Lalu user interface ialah informasi untuk pengguna yang memicu notifikasi pada device mereka.

Komponen IoT oleh Data Flair

Hype Cycle IoT dan Penerapannya

Pada setiap inovasi terbaru, ada yang namanya hype cycle yang merupakan siklus trend suatu inovasi tersebut. Hal yang sama terjadi juga dengan IoT terutama di saat seluruh orang di dunia terpaksa beraktivitas di rumah (karena pandemi covid). Namun, sebelum ada pandemi pun, IoT sudah mendapat hype yang menurut saya sendiri deserved. IoT pun diprediksi semakin berkembang.

Hype Cycle pada IoT

Penerapan IoT sudah banyak dilakukan di kehidupan sehari-hari, seperti smart watch yang memiliki banyak fitur aksesibilitas (detak jantung, oksigen, dll.). Kulkas smart pun sudah ada, di mana kulkas tersebut tersedia layanan internet yang (kadang) melebihi harga kulkas itu sendiri. Tanpa disadari, banyak sekali IoT yang sudah beredar dalam kehidupan sehari-hari kita. Tetapi, bukan malah bisa dihack atau di”jebol” keamanaannya demi mendapatkan informasi yang tersimpan di IoT tersebut ?

Aspek Keamanan Informasi pada IoT

Untuk meningkatkan keamanan pada IoT, perlu ada standar hardware, komunikasi, dan platform IoT yang mendukung keamanan tersebut. Kita dapat mengambil contoh smart meter yang mencegah pemalsuan data pada pelanggan dengan komputasi ringan.

Smart Meter sebagai Antisipasi Keamanan

Lalu ada namanya Smart Pairing System. Smart pairing menggunakan standar protokol otentikasi ambience condition yang memvalidasi sistem pairing agar tidak terinterupsi kepada sistem lainnya. Standar protokol di atas bertujuan untuk menghindari serangan luar, seperti Sybil Attack yang memanipulasi data sehingga membuka gerbang untuk serangan lainnya.

Sybil Attack yang simpel, tetapi sangat berbahaya

Markerspace IoT untuk Pengembangan Ekonomi Digital

Potensi IoT di Indonesia sendiri meningkat drastis dari tahun ke tahun. Terus kenapa ? Hal ini tentu menyediakan media untuk mengembangkan IoT yang sudah ada maupun berinovasi untuk masa depan.

Pasar IoT di Indonesia oleh Grid.ID

Pesan Moral

IoT sangat membantu kehidupan manusia dan masih memiliki hype yang luar biasa. Meski memiliki berbagai risiko (yang dapat dicegah), hal tersebut tidak menghentikan fakta bahwa IoT akan terus berkembang. Terus berinovasi dan tetap makan nasi, terima kasih!

--

--