Problematika : Jumlah kios cukur pria di Bandung

Potret Barbershop oleh Kabar Warta

Pada hari Selasa (9/2/2021), dosen saya memberi ilustrasi persoalan realita seperti berikut :

Berapa jumlah kios cukur rambut pria (barbershop) di kota Bandung (jumlah penduduk sekitar 2,5 juta jiwa) ?

Catatan : Jika informasi yang diberikan tidak lengkap, gunakan dan nyatakan secara tertulis asumsi yang Anda gunakan dalam penyelesaian masalah.

Berikut saya akan menjawab berdasar Need-Know-How-Solve.

Yang kita perlu jawab ialah jumlah kios rambut pria di kota Bandung.

Kita hanya mengetahui jumlah penduduk sekitar 2,5 juta.

Untuk mengetahui banyaknya kios, kita perlu berasumsi untuk menyelesaikan masalah. Asumsi rasio laki-laki untuk mencari estimasi jumlah laki-laki, waktu para pria memotong rambut, kapasitas pangkas rambut rata-rata, Lamanya memotong rambut dan jam kerja.

Asumsi di Bandung, rasio laki-laki dan perempuan 50/50 secara merata di seluruh daerah Indonesia. Dengan begitu, kita dapat mengira-ngira jumlah laki-laki di Bandung sekitar 1,25 juta jiwa.

Lalu kita asumsikan seluruh laki-laki di Bandung memotong rambut secara bergantian dari awal sampai akhir bulan dan berasumsi bahwa barbershop selalu dipenuhi pelanggan. Rata-rata barber bekerja sekitar 8 jam sehari dan bekerja 6 hari/minggu sehingga didapat 48 jam seminggu bekerja. 1 bulan ada 4 minggu sehingga ada 192 jam lama orang memotong rambut.

Kemudian, kita berasumsi bahwa rata-rata pria memotong rambut 30 menit. Dengan begitu kita dapat mengalikan jumlah pria(1,25 juta) dengan durasi memotong rambut per orang(1/2 jam per orang) sehinga didapat total jam orang di Bandung memotong rambut 625 ribu jam.

Dengan begitu kita dapat mengestimasi jumlah kios dengan membagi total jam orang di Bandung memotong rambut (625 ribu jam) dengan lamajam kerja pangkas rambut per bulan(192). Kita dapatkan hasil sekitar 3255 kios yang ada di Bandung.

Catatan Kecil

Hal di atas merupakan hasil dari banyak asumsi sehingga bila tidak mendekati jumlah yang sebenarnya, mohon diwajarkan. Terimakasih !

Seorang mahasiswa ITB STEI’20 yang masih butuh banyak belajar dan pengalaman.

Seorang mahasiswa ITB STEI’20 yang masih butuh banyak belajar dan pengalaman.